Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolahan PKL Stadion Kraksaan, Untuk Menambah PAD dan Penataan Kota

 

Pemkab Probolinggo ambil alih pengelolahan PKL Stadion Kraksaan, untuk menambah ambah PAD dan penataan Kota (Foto: Dok NI)

Probolinggo, newsIndonesia.id - Keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo untuk mengambil alih pengelolaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Stadion Gelora Merdeka Kraksaan bukan sekadar langkah administratif. Di balik kebijakan ini, tersimpan niat besar untuk menata ulang wajah kota sekaligus menggali potensi ekonomi lokal yang selama ini belum tergarap maksimal.

Selama bertahun-tahun, area sekitar stadion dipenuhi oleh aktivitas PKL yang tumbuh secara alami, namun kurang tertata. Situasi ini kerap menjadi sorotan, tidak hanya karena tampilan visualnya yang semrawut, tetapi juga karena fasilitas penunjang yang dikelola secara mandiri dan tak jarang tidak memenuhi standar kenyamanan publik.

Taufik Alamin Ketua DKUPP Kabupaten Probolinggo mengatakan, melalui Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DKUPP), Pemkab kini mengambil langkah strategis. Sabtu (5/4/2025)

"Para PKL tidak hanya dipindah ke lokasi belakang Polsek Kraksaan saja, melainkan juga merancang sistem pengelolaan baru yang lebih sistematis dan profesional. Hal itu bertujuan untuk menjadikan kawasan stadion sebagai ruang publik multifungsi yang nyaman, bersih, dan produktif," katanya

Lebih lanjut. selama ini fasilitas seperti listrik dan air bersih dikelola oleh warga sekitar. Sehingga menyebabkan biaya dan kualitas layanan tidak seragam. Dengan pengambilalihan pengelolaan oleh Pemkab, fasilitas tersebut akan ditingkatkan dan diberi harga terjangkau, sembari menciptakan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kami ingin menciptakan ekosistem ekonomi informal yang lebih sehat dan tertata. Langkah awalnya adalah merelokasi PKL, tapi tujuan akhirnya adalah penguatan struktur ekonomi mikro yang menopang kota ini," ujarnya.

Langkah ini juga merupakan bagian dari visi jangka panjang Pemkab untuk menjadikan kawasan stadion sebagai pusat aktivitas masyarakat.

"Kedepan tidak hanya untuk olahraga atau hiburan, tetapi juga sebagai ruang ekonomi dan sosial yang bisa dinikmati semua kalangan. Dengan penataan yang baik, stadion bukan lagi sekadar tempat berkumpul, tetapi juga simbol keteraturan dan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha kecil, dan masyarakat," terangnya

Sementara itu, Ramahfud salah satu PKL setempat menuturkan, sangat mendukung langkah pemerintah daerah tersebut. 

"Agar potensi yang ada bisa memberi dampak lebih besar, baik secara estetika kota maupun secara finansial bagi daerah dan warganya," tuturnya.

Jika berhasil, inisiatif ini bisa menjadi contoh bagaimana kebijakan yang menyentuh sektor informal dapat dikemas secara inklusif dan produktif, serta mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi lokal. (wn)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال